Balian Sakti
- By I Made Sugianto
- 25 Desember 2022
NAMA Wayan Jengki makin bersinar saja. Hampir setiap hari pasramannya yang berada di kaki gunung Batukaru dijejali masyarakat. Mereka datang berharap ...
AKU sangat berharap memiliki kehidupan yang normal, ingin rasanya dilahirkan buta agar apa yang kulihat, kurasakan, dan kudengar sekarang tidak lagi d...
“TAK ada yang lebih indah dari namamu, Ibu. Di setiap tarikan napas ini kusebut namamu. Berikanlah waktu padaku untuk memanggilmu, Ibu. Aku...
FOTO itu menyisakan beragam kisah. Wajah-wajah yang terlihat bahagia di foto itu telah menjalani beragam warna kehidupan. Ada sedih, gembira, suka-duk...
PADA senja itu, langit dilukis dengan beragam warna. Setiap menit berganti-ganti, terkadang merah menyala, terkadang merah dadu, terkadang abu-abu, te...
SEBUT saja namanya Kin. Tetapi orang-orang tidak tahu nama lengkapnya. Warga yang berada di lingkungan sekitar rumahnya, tidak pernah bertanya siapa n...
SUKAR membuka jendela kamar yang seharian belum dibuka. Asap dengan menyengat bau plastik terbakar masih mengganggu dan lebih tak nyaman lagi, asap da...
HARI itu, 25 November, guru-guru di SMA Cinta Kasih menikmati kemeriahan. Beberapa mengucapkan syukur dengan mengadakan pesta kecil-kecilan. Keba...
HUJAN di senja ini tampaknya tak mengenal pilih kasih. Deras dan teramat deras seperti memuntahkan kemarahan yang telah lama dipendamnya. Angin k...
BERANDA rumah memang sempit. Ya, memang sempit. Rumah ini luasnya hanya enam puluh empat meter persegi. Orang mengenalnya rumah murah bersubsidi. Seri...
Gadis manis manis bermata bening itu selalu saja bergelayut di hatiku. Entah apa yang menyebabkannya? Apa karena matanya atau karena kulitnya yan...
Semenjak bukit di samping rumahnya dikeruk, perempuan itu membisu. Ia tak mau berbicara sepatah kata pun. Mulutnya seakan terkunci. Bulir air matanya ...
Tubuh Minah tergolek lemas. Dia tak punya tenaga. Rupanya usia telah menggerogoti kekuatan yang sudah hampir 80 tahun digunakan. Dulunya Minah merupak...
Purnamané sedek kembang dugas Ayu Mirah nuturang mara pesan teka uli bulan. Ia nuturang ditu ada Tirta Bulan ané ening buina tusing ta&e...
Cerpen Juan Rulfo Setelah berjalan selama berjam-jam tanpa menemui bahkan bayangan sebuah pohon pun, bahkan tidak biji sebuah pohon pun, bahka...
Nasi campur di piringnya telah tandas. Seperti biasa, Parjo memantik sebatang rokok. Dengan penuh penghayatan, ia lantas mengisapnya dalam-dalam, kemu...
~Terjemahan Ketut Sugiartha~ Pada abad kelima, sama seperti sekarang, matahari terbit setiap pagi dan setiap malam mengundurkan diri untuk ist...
Beberapa orang telah menyusup di keheningan malam. Mereka bersembunyi di balik tumpukan jerami. Terdengar suara senapan yang mengacaukan keheningan. D...
Malam ini, rembulan sepertinya kurang bersahabat denganku. Ia malu-malu menampakkan...
KONTESTASI politik tahun ini menggiring diriku untuk ikut berpartisipasi. Aku dicalonkan oleh partai politik yang sudah sering berkuasa. Aku tertarik ...