Gus Saka Mendidik Anak-anak Lewat Musik

  • By Ketut Sugiartha
  • 20 Desember 2019
Koleksi Pribadi.

Dalam ranah musik pop Bali, terutama terkait dengan tembang-tembang yang dinyanyikan anak-anak usia sekolah, nama Gus Saka sudah tak asing lagi sebagai pencipta lagu. Sudah begitu banyak lagu yang tercipta dari tangan dinginnya dan masuk dalam album rekaman lagu pop Bali anak-anak, baik yang dirilis oleh Sanggar Seni 'Cressendo Bali' maupun Alit-alit Pewaris Bali Dwipa (APBD).

Karena begitu mencintai dunia musik, kendati sempat meraih gelar Sarjana Teknik dari Unversitas Udayana, tanpa ragu pria kelahiran Denpasar, 22 Maret 1984 ini memilih profesi sebagai pencipta lagu. Menjatuhkan pilihan berkarya sebagai seniman musik tentu saja bukan merupakan keputusan asal-asalan. Ada motivasi kuat di balik  keputusan yang tergolong berani itu.

“Dulu, saya ingin kuliah di Institut Kesenian Jakarta,” begitu jawabnya ketika ditanya mengenai kegemarannya pada musik. “Tapi, karena kedua orangtua keberatan tinggal berjauhan, akhirnya saya kuliah di Fakultas Teknik Unversitas Udayana.”

Putra pasangan Ida Bagus Subawa dan Ida Ayu Partiwi ini mengaku jatuh cinta pada seni musik sejak masih duduk di bangku SMP. Dia yang juga gemar pada olahraga basket menjelaskan, pada mulanya tidak begitu menaruh perhatian pada kegiatan tarik suara sebelum ditunjuk oleh gurunya untuk megikuti sayembara menyanyi, lantaran tak ada murid lain yang bisa diandalkan. Sejak saat itu, laki-laki asal Geria Pasekan Tabanan yang punya nama asli Ida Bagus Surya Kastawa ini mulai serius menekuni dunia musik. Sungguh, dia tidak merasa rugi meninggalkan kegemarannya bermain basket demi musik. Berkat ketekunannya akhirnya dia berhasil mengukir prestasi yang membuat namanya terkenal.  Pria berkacamata ini pernah terpilih sebagai Juara I Bintang Radio & Televisi RRI Denpasar Tahun 2007 dan 2008, Juara II Bintang Radio & Televisi Tingkat Nasional Tahun 2007, 10 Besar Indonesia Idol Audisi Denpasar Tahun 2003 dan masih ada sederet prestasi lainnya.

Setelah jenuh mengikuti lomba, laki-laki rendah hati yang pernah merilis single berjudul 'Aku Bosan', 'Cerita Dua Cinta', dan 'Lara Hati' ini lantas mendapat pekerjaan sebagai pelatih vokal pada Sanggar Seni 'Cressendo Bali' Gria Musica Sukawati yang dibina I Komang Darmayuda, S.Sn., M.Si., yang juga Ketua Jurusan Musik ISI Denpasar. Di sela kesibukan aktivitas mengajar, dia masih punya waktu senggang untuk mencipta lagu. Tentang mencipta lagu, dia mengatakan, “Astungkara, karena diberi kesempatan belajar sama Bapak Komang Darmayuda.”

Selain mencipta lagu untuk album rekaman anak-anak didik di Sanggar Seni 'Cressendo Bali'  yang disebut Bali Kumara, ayah Ida Bagus Raka Adi Putra Kastawa, dan Ida Bagus Aundra Devandaru Kastawa ini juga mencipta lagu untuk anak-anak di bawah asuhan Sanggar APBD. Lagu-lagu yang telah diciptakan ada dalam album Bali Kumara sejak Bali Kumara Generasi 3 sampai Generasi 7, begitu juga dalam album APBD 2018 dan APBD 2019.

Belakangan, suami Ida Ayu Chintya Premashanti ini cukup sibuk menerima tawaran sebagai juri untuk lomba tarik suara di sekolah-sekolah dan beberapa kabupaten/kota. Mengenai suka dan duka yang dialami selama bergelut di ranah musik, dia berujar tegas, “Tak ada duka, yang ada hanya suka. Mungkin karena spirit mengabdi untuk membina anak-anak agar bisa menghargai bahasa warisan leluhur sejak dini, lewat lirik lagu yang mendidik. Saya tidak mengharapkan imbalan yang banyak, tapi astungkara, rejeki yang datang selalu lebih banyak dari yang saya harapkan.”


TAGS :

Ketut Sugiartha

Ketut Sugiartha tinggal Tabanan, Bali. Menulis esai, puisi, cerpen dan novel. Tulisan-tulisannya telah tersebar di berbagai media cetak dan daring. Telah menerbitkan 10 buku fiksi meliputi kumpulan cerpen dan novel. Novel terbarunya: Kembali ke Bali.

Komentar

Berita Lainnya