EKA DASA DURGA (Pañca Durga, Bhūta Kala, Mandala Arah, dan Rekonstruksi Sebelas Daya dalam Tradisi N
By I Made Sugianto- 07 September 2026
Buku ini ingin membawa pembaca melihat bahwa Nusantara mempunyai kemampuan luar biasa untuk membentuk tata pengetahuan sendiri. Tradisi tidak tumbuh dengan menutup diri, tetapi juga tidak berkembang sebagai salinan pasif. Nama, bentuk, ritus, bahasa, arah, dan cerita yang pernah datang dari jaringan Asia diolah di tanah Jawa dan Bali sampai menjadi bagian dari pengalaman lokal. Di sanalah kebanggaan kebangsaan menemukan pijakan yang sehat: bukan pada pengingkaran terhadap hubungan antarbudaya, melainkan pada pengakuan bahwa leluhur Nusantara adalah pengolah, penafsir, pencipta, dan penjaga pengetahuan.
Buku ini memilih untuk membaca perbedaan sebagai kekayaan data, kemudian bergerak lebih jauh untuk menguji kemungkinan sebuah mandala sebelas. Angka sebelas mempunyai resonansi kuat di Bali melalui Eka Dasa Rudra, sebuah tingkat ritual besar yang berhubungan dengan pemahayu jagat. Namun resonansi angka sebelas tidak otomatis berarti bahwa semua sistem sebelas mempunyai daftar dewa atau dewi yang identik. Karena itu hubungan antara Eka Dasa Rudra dan Eka Dasa Durga dalam buku ini bersifat struktural dan komparatif, bukan klaim bahwa keduanya adalah satu daftar yang sama.


Komentar