Kesalahan Bahasa dalam Penggunaan Kata “Himbau" pada Media Massa
By Ni Komang Dian Yuliasih,- 28 Juni 2026
Bahasa memiliki peran penting sebagai sarana komunikasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat. Maka penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah sangat diperlukan, terutama dalam media massa yang menjadi rujukan banyak orang. Salah satu kesalahan bahasa yang masih sering ditemukan adalah penggunaan kata “himbau”, “menghimbau”, dan “himbauan. Kesalahan tersebut terletak pada pengguna kata “himbau” yang dianggap sebagai bentuk yang tidak baku dalam bahasa Indonesia. Menurut kaidah bahasa Indonesia, bentuk yang benar yaitu “imbau”, “mengimbau”, dan “imbauan”.
Penggunaan bahasa baku dalam media massa sangat penting karena informasi akan disampaikan kepada masyarakat. Kesalahan penggunaan kata yang dimuat secara berulang dapat menimbulkan anggapan bahwa bentuk tersebut benar. Akibatnya, masyarakat dapat meniru dan menggunakan kata yang tidak baku dalam berbagai situasi, baik dalam lingkungan pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sehari-hari.
Kesalahan ini masih sering ditemukan hingga saat ini, baik dalam berita cetak maupun digital. Bahkan, dalam judul berita masih sering menggunakan kata “himbau” karena dianggap lebih familiar bagi pembaca. Penyebanya dikarenakan kebiasaan berbahasa yang telah berlangsung lama. Selain itu kurangnya pemahaman bentuk bahasa baku yang baik dan benar, membuat masyarakat tetap menggunakan kata yang tidak sesuai dengan kaidah. Selain faktor kebiasaan, perkembangan media menjadi salah satu penyebab kesalahan bahasa sering muncul. Padahal, ketepatan penggunaan bahasa menjadi peran penting dalam menjaga kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Maka dari itu dapat dilakukan dengan upaya meningkatkan kesadaran berbahasa melalui pendidikan dan penyuluhan kebahasaan.
Dalam media massa juga perlu diperhatikan kebahasannya sebelum dipublikasikan karena media massa sebagai salah satu sumber informasi dan acuan berbahasa bagi masyarakat. Jika media massa menggunakan bahasa secara baku dan benar, masyarakat yang membaca atau melihat informasi tersebut akan dapat penggunaan bahasa yang tepat sehingga masyarakat dapat menirunya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu media massa juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kualitas bahasa Indonesia. Setiap informasi yang akan dipublikasikan hendaknya proses pemeriksaan yang cermat agar tidak terjadi kesalahan penggunaan kata. Maka media massa tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian informasi, tetapi sebagai edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan bahasa yang baik dan benar.
Oleh karena itu, marilah kita membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia yang baku dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kita dapat ikut melestarikan penggunaan bahasa Indonesia yang benar sesuai dengan kaidah yang berlaku. Upaya menjaga penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar bukan hanya menjadi tanggung jawab media massa, tetapi juga seluruh masyarakat. Dengan menggunakan bahasa baku secara konsisten, maka dapat menjaga kejelasan komunikasi serta ikut melestarikan bahasa Indonesia.


Komentar