Puja Pali Pali Piodalan Buddha

Pustaka Ekspresi

Buku ini lahir dari kesadaran bahwa di Nusantara, khususnya di Bali, jalan spiritual tidak pernah sepenuhnya dipisahkan dari laku, ritus, dan doa. Ajaran tidak hanya diwariskan melalui wacana, melainkan melalui gerak tubuh, getar mantra, tata sesaji, dan keheningan batin yang hidup di tengah upacara. Dalam konteks inilah Puja Pali-Pali Piodalan Buddha disusun: bukan sebagai kitab teori, melainkan sebagai penuntun laku pemujaan yang berakar pada tradisi.

Teks-teks puja yang termuat dalam buku ini mencerminkan suatu sistem pemujaan yang telah lama hidup dalam ruang spiritual Bali, di mana ajaran Buddha dan Siwa tidak dipertentangkan, melainkan saling menjiwai. Mantra, stawa, pranayama, nyasa, dan tata tirtha yang disajikan di sini memperlihatkan kesinambungan antara kosmologi, tubuh manusia, dan alam semesta. Pemujaan tidak dipahami sekadar sebagai permohonan, tetapi sebagai proses penyelarasan kesadaran dengan tatanan kosmis.

Buku ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru atau tradisi lisan yang menjadi inti pewarisan spiritual. Ia disusun sebagai pegangan tertulis, penyangga ingatan, dan sarana pelestarian, agar laku puja yang selama ini dijalankan secara turun-temurun tidak tercerabut dari akarnya di tengah perubahan zaman. Karena itu, bahasa, struktur, dan urutan puja dijaga sedekat mungkin dengan praktik yang hidup di lapangan, tanpa upaya penyederhanaan yang menghilangkan makna.

Pembaca diharapkan mendekati buku ini dengan sikap hormat dan kesadaran batin. Teks-teks puja bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sarana pengolahan diri. Tanpa ketenangan, kejujuran batin, dan niat yang lurus, mantra hanya akan menjadi bunyi. Sebaliknya, ketika dilafalkan dengan kesadaran, setiap aksara menjadi jalan pemurnian.


TAGS :

I Made Sugianto

I Made Sugianto lahir di Banjar Lodalang, 19 April 1979 bertepatan Wraspati Wage Sungsang (Sugian Jawa). Kini istirahat sejenak dari pekerjaan sebagai wartawan NusaBali untuk mengbadi sebagai Kepala Desa di tanah kelahirannya, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan.

Komentar