Puja Pali Pali Pecaruan Buddha
By I Made Sugianto- 29 Mei 2026
Puja dan upacara bukanlah sekadar rangkaian mantra dan gerak ritual, melainkan jalan kesadaran yang diwariskan oleh leluhur untuk menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan kekuatan niskala. Dalam tradisi Buddha–Siwa Nusantara, khususnya di Bali, Puja Pali-Pali Pecaruan menempati posisi yang sangat penting sebagai upaya menata keharmonisan bhuwana alit dan bhuwana agung, membersihkan kekacauan unsur, serta mengembalikan segala yang liar dan gelap ke dalam tatanan dharma.
Buku ini disusun sebagai pegangan praktis dan sakral bagi para Pemangku, Pinandita, serta umat yang menjalankan upacara pecaruan dalam kerangka ajaran Buddha. Mantra, stawa, dan urutan puja yang dihimpun di dalamnya bersumber dari tradisi lontar, ajaran lisan para guru, serta praktik ritual yang hidup dan terus dijalankan hingga hari ini. Oleh karena itu, naskah ini tidak dimaksudkan sebagai bacaan teoritis semata, melainkan sebagai panduan laku yang harus dijalankan dengan kesadaran, ketulusan, dan rasa bhakti.
Seorang Pemangku yang memimpin puja pecaruan sesungguhnya sedang menjalankan tugas kosmis: menenangkan bhuta kala, menyucikan palemahan, dan membuka kembali jalan harmoni agar kehidupan dapat berlangsung tanpa gangguan. Maka, setiap mantra dalam buku ini hendaknya diucapkan bukan hanya dengan suara, tetapi dengan ketenangan pikiran, kejernihan rasa, dan kesadaran penuh akan tanggung jawab spiritual yang diemban.
Penyusunan buku ini juga dilandasi kesadaran bahwa pengetahuan ritual tidak boleh tercerabut dari etika dan laku hidup. Puja yang benar lahir dari batin yang bersih, dari niat yang lurus, dan dari kesediaan untuk melayani, bukan menguasai. Dengan semangat itulah buku ini dihadirkan: sebagai sarana menjaga kesinambungan tradisi, memperjelas tata cara, dan merawat kesucian puja agar tidak tereduksi menjadi sekadar formalitas.


Komentar