Teman Datang, Teman Pergi Esa-esai Angga Wijaya

Cover Teman Datang, Teman Pergi

Buku ini lahir dari perjumpaan-perjumpaan penulis dengan orang-orang, peristiwa, dan ruang-ruang batin yang sederhana namun bermakna. Sebagian esai merekam wajah-wajah yang jarang disebut sejarah, sebagian lain mencatat denyut zaman yang terasa di jalan, di warung kopi, di ruang kelas, atau di balik layar gawai. Semuanya penulis ikat dalam benang merah yang sama, persahabatan, kehilangan, dan kerinduan akan nilai-nilai kemanusiaan yang kerap terlupa. Penulis tidak menulis dengan maksud memberi jawaban. Justru sebaliknya, ia mengajak pembaca untuk kembali bertanya, apa arti pertemanan, bagaimana kita menyikapi perpisahan, sejauh mana kita berani menatap perubahan tanpa kehilangan rasa percaya pada kasih sayang sesama. 


TAGS :

I Made Sugianto

I Made Sugianto lahir di Banjar Lodalang, 19 April 1979 bertepatan Wraspati Wage Sungsang (Sugian Jawa). Kini istirahat sejenak dari pekerjaan sebagai wartawan NusaBali untuk mengbadi sebagai Kepala Desa di tanah kelahirannya, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan.

Komentar