Sarining Sekar Jempiring Baler Pasar

  • By I Made Sugianto
  • 28 April 2026
Cover buku Sarining Sekar Jempiring Baler Pasar

Buku ini memuat 13 cerpen berbahasa Bali dengan beragam tema, kebanyakan dampak buruk sampah. Tema besar dari cerpen-cerpen dalam antologi Sarining Sekar Jempiring Baler Pasar adalah tentang lingkungan. Cerita pendek berjudul Nyundih Bulan menceritakan fenomena sampah kiriman yang mengganggu laut. Pencemaran laut menyebabkan nelayan kesulitan mendapatkan ikan. Nelayan yang ingin mendapatkan rezeki banyak mengambil jalan pintas, merusak dan menjual terumbu karang. Akhirnya masyarakat tercerahkan oleh tokoh muda untuk menjaga kelestarian laut dengan gerakan pelestarian terumbu karang dan tidak buang sampah sembarangan.

Pis Plastik menceritakan perjuangan anak muda untuk mengumpulkan sampah dan ditukarkan dengan uang. Ketegangan terjadi karena sang ibu melarang anaknya memungut sampah seperti pemulung. Ibu yang kesal membuang sampah-sampah plastik yang dikumpulkan oleh anaknya. Ketegangan terjadi saat anaknya berusaha mengumpulkan kembali sampah plastik yang dibuang oleh ibunya ke sungai. Hujan deras menyebabkan arus sungai kuat hingga menyeret anak itu. Beruntung anak itu terselamatkan oleh warga. 

Anak Bubuh Numpek Bubuh mengajak pembaca merenung dan menyadari pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan alam. Tumpek Bubuh merupakan persembahan tulus ikhlas yang dipersembahkan kepada tumbuh-tumbuhan sebagai ungkapan syukur telah menyediakan pangan dan papan bagi kehidupan manusia. Cerpen ini terasa istimewa dengan leksikon Nusa Penida pada dialog. Menjadikan cerpen ini kaya kosakata. Cerpen Anggada, Bikul Alas, Meme, Nyolahang Solah, dan lainnya tak kalah menarik. Para penulis secara halus menyampaikan pesan Tri Hita Karana yakni hubungan harmonis manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan lingkungannya. 


TAGS :

I Made Sugianto

I Made Sugianto lahir di Banjar Lodalang, 19 April 1979 bertepatan Wraspati Wage Sungsang (Sugian Jawa). Kini istirahat sejenak dari pekerjaan sebagai wartawan NusaBali untuk mengbadi sebagai Kepala Desa di tanah kelahirannya, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan.

Komentar