Bhuta Kala dan Para Bhagawan (Kosmologi, Ritual, dan Kearifan Leluhur Nusantara)

  • By I Made Sugianto
  • 01 September 2026
Pustaka Ekspresi

Buku ini disusun untuk menempatkan Bhuta Kala dan para Bhagawan di dalam ruang pengetahuan Nusantara sebagaimana keduanya hidup dalam lontar, ritus, tata ruang, usada, wariga, kesenian, dan ingatan masyarakat Bali. Pembahasan tidak dimulai dari anggapan bahwa Bhuta Kala adalah makhluk jahat yang berdiri berhadapan dengan manusia, melainkan dari kenyataan kebudayaan bahwa istilah tersebut bekerja di dalam suatu tata hubungan yang menghubungkan tubuh, alam, waktu, desa, tempat suci, setra, penyakit, pengobatan, dan kewajiban menjaga keseimbangan. Dengan cara itu, Bhuta Kala tidak dipersempit menjadi sosok menakutkan, tetapi dipahami sebagai bagian dari bahasa kosmologis yang dipakai masyarakat untuk membaca perubahan, bahaya, batas, dan pemulihan. Penataan ulang buku ini sengaja memusatkan perhatian pada sumber yang dapat ditelusuri di Nusantara. Lontar dan teks Bali ditempatkan sebagai poros, sedangkan bahan dari luar Nusantara hanya dipakai secara terbatas sebagai pembanding bila diperlukan untuk menjelaskan istilah atau sejarah gagasan. Pilihan ini penting karena kehidupan sebuah ajaran tidak ditentukan hanya oleh asal sebuah kata, tetapi juga oleh cara masyarakat setempat mengolah, menafsirkan, mengajarkan, dan mewariskannya. Bali mempunyai sejarah panjang dalam menghasilkan bentuk pengetahuan yang khas, sehingga caru, segehan, Bhuta Yadnya, wariga, usada, panglukatan, tata mandala, dan berbagai laku pendeta tidak sepatutnya dibaca hanya sebagai bayangan dari tradisi lain.


TAGS :

I Made Sugianto

I Made Sugianto lahir di Banjar Lodalang, 19 April 1979 bertepatan Wraspati Wage Sungsang (Sugian Jawa). Kini istirahat sejenak dari pekerjaan sebagai wartawan NusaBali untuk mengbadi sebagai Kepala Desa di tanah kelahirannya, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan.

Komentar