Bulan Endag Kaja Kangin Engseb Kelod Kauh

  • By I Made Sugianto
  • 09 Maret 2026
cover buku karya Ngakan Kasub Sidan

Puisi-puisi yang tersaji dalam kumpulan puisi Bulan Endag Kaja Kangin, Engseb Kelod Kauh sungguh memikat rasa. Bahasanya mudah dicerna. Penulis memilih kalimat-kalimat lawas (arkaik) sehingga terkesan sederhana, namun kaya makna.  Ada 50 puisi di antologi ini. Berisi petuah kehidupan, kematian, kesenangan, dan kemelaratan dunia. Pesan sarat makna tersurat dalam puisi berjudul Bulan Endag Kaja Kangin, Engseb Kelod Kauh. Puisi memunculkan tanya, kenapa bulan terbit di utara, padahal realitanya terbit di ufuk timur. Tenggelam di tenggara, padahal sejatinya di barat. Pastilah penyair punya pertimbangan dan harapan. Sebab puisi ini sarat cerita tentang kehidupan dan kematian.


TAGS :

I Made Sugianto

I Made Sugianto lahir di Banjar Lodalang, 19 April 1979 bertepatan Wraspati Wage Sungsang (Sugian Jawa). Kini istirahat sejenak dari pekerjaan sebagai wartawan NusaBali untuk mengbadi sebagai Kepala Desa di tanah kelahirannya, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan.

Komentar