Langlang Sari

  • By Made Suar Timuhun
  • 09 Desember 2025
Cover buku Langlang Sari

Langlang Sari memuat 10 cerita pendek, alurnya memikat. Dari awal membaca sudah tergoda untuk menuntaskan isi buku ini. Ceritanya membuat penasaran. Nurjaya PM terampil merangkai kata, di dalamnya terselip pesan-pesan leluhur. Walaupun ditulis dengan gaya kekinian, namun petuah leluhur itu terasa nyambung dengan kondisi sosial saat ini. Tampaknya penulis cakap membaca lontar beraksara Bali dengan bahasa Jawa Kuna, disandingkan dengan bahasa Bali kekinian terasa lebih hidup. Terbukti di setiap cerpennya, selalu terselip doa untuk kesejahteraan masyarakat.

Membaca Langlangsari menyadarkan kita untuk kembali mempelajari dan mengamalkan petuah leluhur. Meningkatkan pemahaman pembacanya tentang lokika, benar atau salah, patut kita renungkan agar tahu memilah dan memilih yang baik. Menurut saya, kata langlang pada judul bermakna melihat. Makanya, ketika membaca kumpulan cerpen ini, kita dapat melihat intisari sastra, intisari pendidikan agama, intisari tutur atau petuah leluhur, juga mendapatkan intisari pengetahuan.


TAGS :

Made Suar Timuhun

Made Suar-Timuhun lahir di Timuhun, 17 Juni 1987. Menamatkan Pendidikan S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah Bali di IKIP PGRI Bali (Universitas Mahadewa) tahun 2011. Sejak tahun 2013 suka menulis puisi dan cerpen. Sekarang bekerja di Dinas Kebudayaan Provinsi Bali sebagai Penyuluh Bahasa Bali.

Komentar