Temali Batin Gitakara Panca Dasa Warsa Ghrahasta
By I Made Sugianto- 25 September 2025
Puisi-puisi Pak Dibia pada dasarnya bertumpu pada kekuatan naratif, terutama pada alur yang mengalir alami, yang dituturkan dengan bahasa tidak berjarak, seperti sebuah percakapan akrab antara penyair dan pembaca. Tuturan personal yang jernih membuat kisah-kisah kecil kehidupan terasa dekat dengan pembaca. Dari sana, pengalaman individual meluas menjadi cermin universal—membangkitkan kedekatan emosional sekaligus menghadirkan ruang renungan.
Seorang penyair adalah individu sekaligus aktor sejarah sehingga karyanya adalah ekspresi pasatmian, senyawa hakikat kisah personal (his story) dan sosial (history). Demikianlah, selain berisi ungkapan puitik tentang kisah cinta individu penyair dengan istrinya, sejak awal berpacaran sampai 50 tahun berumah tangga, puisi-puisi dalam antologi Temali Batin karya I Wayan Dibia ini juga mengandung butir-butir sejarah kecil tentang pentas tari Bali di panggung dunia Amerika, seperti terbersit dalam sajak “Hanuman Broadway” dan "Cerita Ikan Teri". Sadar atau tidak, membaca puisi-puisi dalam antologi ini identik dengan mengunyah senyawa dua rasa: his story dan history.


Komentar