Mimpi Sang Penyair
By Gimien Artekjursi- 07 Mei 2025
MIMPIKU TAK PERNAH MATI
yang kupunya hanya mimpi
bukan langit tinggi berpelangi
bukan dataran penuh bunga warna-warni
hanya mimpi tak ada lainnya lagi
mimpiku penuh rupa warna
segala yang ku mau
aku punya
segala yang orang ingin
dalam mimpiku ada
walau tak sesempurna yang seharusnya
mimpiku tak pernah sirna
karena mimpiku selalu menyala
tak ada matinya
Kumendung, 12 November 2024
CATATAN DARI NEGERI MIMPI
di negeri mimpi
mimpi-mimpi tumbuh
sampai ke dalam mimpi
bertunas
bercabang
berkembang
menjalar
di negeri mimpi
mimpi-mimpi mencipta mimpi-mimpi baru
mimpi-mimpi baru mencipta mimpi-mimpi lebih baru
mimpi-mimpi tak berhenti mencipta mimpi-mimpi
bertunas
bercabang
berkembang
menjalar
di negeri mimpi
mimpi-mimpi riuh
bergemuruh
bergelora
tak habis
tak berhenti
tak sudah
Kumendung, 20 Oktober 2024
SEPERTI DAUN
seperti daun
gugur
tak ada yang tahu dukanya
tak ada yang mengerti mimpinya
tiba-tiba gugur terkapar di tanah
masihkah mimpi-mimpinya tersangkut
di ruas-ruasnya
di bibir lembarnya?
ketika tiba-tiba gugur
walau tak ada angin melintas
mimpinya tengah riuh bertumbuh
sendiri tiba-tiba melayang
seperti daun
semua yang ada
juga kita
Kumendung, 24 Juli 2024
HUJAN, JANGAN TURUN DULU
hujan
jangan turun dulu hari ini
aku belum selesai merangkai dan merapikan mimpi-mimpiku
mimpi-mimpiku masih berceceran, berserakan
di daun-daun, di jalanan, di batu-batu, di debu-debu
di semesta
jangan turun sebelum aku terjaga
jangan mengguyur sebelum mimpi-mimpiku terangkai utuh
agar mimpiku tak hanyut
terbawa derasnya tetesanmu
Muncar; 29 Oktober 2024
NYANYIAN DARI GUBUK SI MISKIN
tak ada uang tercecer di gubuk si miskin
tak ada nasi tersisa di meja tempatnya makan
tapi mimpi-mimpi beraneka-warna berserakan
memenuhi seluruh tempatnya berpijak
tungkunya hanya tempat membakar sampah
periuk nasinya berisi air semata
tapi aneka warna mimpi mengepul dari atap dapur
membumbung ke angkasa menjelma doa-doa
memburu surga
si miskin tidak menangis
hatinya sudah sekeras batu
air matanya menjadi beku
tidak menetes di pipi
kalau mencair menjadi hujan
membanjir menjadi mimpi
memenuhi seluruh jiwanya
mimpi-mimpi pun memenuhi ranjang tidurnya
siang malam mimpi riuh
tumbuh dan berkembang
mencari kenyataan
gubuk si miskin adalah rumah dan istana
di sana di dalamnya mimpi-mimpi dicipta
sampai akhir hayatnya
di gubuk si miskin
hanya mimpi yang tak pernah sepi
Kumendung, 31 Mei 2024
NYANYIAN MIMPI ANAK-ANAK
di halaman pertama buku gambarnya
anak-anak masih bebas bermain warna pelangi
sambil bercerita tentang putri dan pangeran
dari negeri dongeng yang hilang
lalu bermimpi tentang cita-cita masa depan:
jadi presiden, jadi malaikat, jadi dewa, jadi tuhan
“aku mau jadi batu saja,” potong si kecil
“kenapa?” tanya si kakak
“batu tak perlu makan, tak usah sekolah
batu tak merasa lapar, tak perlu uang bayar spp”
“tuhan juga tidak pernah lapar
malah menyediakan makan
buat semua manusia”
“kata siapa”
“kata guruku”
lalu mereka berlarian ke kamar
bermimpi menjadi batu dan tuhan
sementara di dapur
ibu sedang merebus batu
agar anak-anak terhibur
makan hari ini tidak libur
di meja sudah disediakan garam untuk dimakan
dengan harapan
tanpa harus menunggu tua
anak-anak sudah kenyang makan garam
tapi di kamar
dalam mimpi anak-anak sudah menjadi batu dan tuhan
tak lagi minta makan
tak berpikir minta uang untuk jajan
apalagi sekolah sampai kuliah
Kumendung, 12 Mei 2024
UNTUK CUCUKU, QUEENSHA
tidurlah, cucuku
tidur yang nyenyak
buat mimpi-mimpi yang indah
atau cari mimpi-mimpi baru yang lebih seru
jangan mencari mimpi di mimpi orang-orang
mimpi orang-orang tak pernah berganti
mimpi orang-orang telah usang dan basi
mimpi orang-orang tak lagi menggugah hati
maka cari dan buat mimpimu sendiri
yang lebih indah dan seru
mimpi indah ada di mana-mana
tak perlu kau terbang ke bulan
mencari di langit tinggi, di bintang-bintang
tak usah ke gurun tandus atau padang hijau
kau bisa temukan mimpi indah di manapun berada
di dalam nyenyak tidurmu
di dalam hari-hari hidupmu
atau saat kau bangun dan terjaga
mimpi indah ada di pikiranmu yang mengingat
di hatimu yang merasa
buatlah mimpimu menjadi aneka warna
seperti warna-warna di semesta
lalu sebar mimpimu di jagat raya
di bulan, di bintang-bintang, di langit tinggi
di seluruh semesta
mimpi-mimpimu di rumah biar aku yang jaga
sampai kau bangun esok pagi
Kumendung, Januari 2024
PINJAMI AKU SETANGKAI MIMPIMU
pinjami aku setangkai mimpimu yang baru
untuk mewarnai mimpi-mimpiku yang usang
agar terlihat segar
dan tidak membosankan
Kumendung, 13 Januari 2024
MIMPI-MIMPIKU MASA LALU
berpotong-potong mimpi
tersangkut di ujung gerimis
akhir musim lalu
entah mimpi siapa
tapi seperti kukenal
seperti masih ada sisa tak selesai
seperti ada yang masih akan berlanjut
tersangkut di ujung gerimis
entah mimpi tentang apa
tapi seperti kukenal
tangis dan wanginya serasa tak asing
serasa sangat akrab
tapi lupa entah di mana
sampai sebuah suara menghardik, menyadarkan:
bangunlah, jangan lagi bermimpi
itu mimpi-mimpimu masih berserakan
sepanjang jalan hidupmu
yang utuh tak tersentuh
yang terpotong tak selesai
yang menggantung tak sampai
berserakan memenuhi masa lalumu
tuntaskanlah
jangan lagi ada mimpi tak jadi
esok hari
o mungkinkah?
Kumendung, Januari 2024
TENTANG MERANGKAI MIMPI
seribu musim tak cukup merangkai mimpi
potong demi potong
beribu musim mengalir sepanjang sungai
terbawa arusnya sampai ke dasar
menggulung
sepanjang jalan jatuh bangun
tak juga henti
semua orang merangkai mimpi
tak kan henti
beribu musim dilewati
di pucuk rerumputan mimpinya bertebaran
dihembus angin
diguyur hujan
hanyut derasnya banjir
dipanggang matahari
kerontang terbakar kemarau
semua dilalui
beribu musim dilewati
tapi juga tak lelah
tak menyerah
tak hanya kala tidur
tengah hari saat jaga pun
bermimpi
tak cukup
seribu musim, beribu musim
tak kan cukup
merangkai potong demi potong
mimpi
sampai beruban
sampai renta
sampai mati pun
Kumendung, 12 November 2023


Komentar