Puisi-Puisi Kang Thohir

  • By Kang Thohir
  • 30 April 2023
Pexels

PENUH WARNA-WARNI

 

Dalam hidup penuh warna-warni

Banyak hikmah dan maknawi

Meski tak bisa diucap oleh kata-kata

Karena asa dihimpit duka dan kini beralih cinta

Tuk menepis segala lara

 

Brebes, 16 April 2023

 

KAN NYATA

 

Sekeping hati pada dunia

Di mana kehilangan arahnya

Selepas raga kan membawanya

Dalam sekejap mata

Kan berubah semuanya

Hanya satu cinta kebaikan itu kan nyata

Terbawa sebagai teman sejatinya

 

Brebes, 16 April 2023

 

MELAMPAUI SUNYI

 

Biarkan aku melampaui sunyi

Berteman dengan sepi

Aku sendiri menari

Tanpa ada yang mengetahui

Karena kesunyian membawa jati diri

Di sini aku mandiri

Bernyanyi, menari, berpuisi dan berintuisi

Inilah aku yang bermandi maknawi

Dalam kesucian hati

Terpatri menghampiri

 

Brebes, 19 April 2023

 

INGAT ILLAHI

 

Berilmu tak harus menjatuhkan orang lain

Tetap semangat berjuang untuk mengamalkan

Jangan lalai dengan kewajiban

Karena itu adalah anugerah Tuhan

 

Jangan lupa untuk menyadarkan hati

Jangan sampai lupa diri

Berhati-hatilah dalam berbicara

Tegak lurus menggapai ridho-Nya

 

Luluhkanlah prasangka dan hatimu

Buanglah hasad yang menjiwaimu

Itulah penyakit kalbu

Harus dibasmi dan diobati

Dengan senantiasa ingat llahi

 

Brebes, 27 April 2023

 

TAK ADA CUAN ENGGAK BISA MAKAN

 

Pikiran manusia sekarang hanya cenderung pada prinsip bisnis dan usaha

Makanya sekarang bertolak belakang

Antara sahabat dan agama

Hanya mementingkan cuan saja

Itu lumrah di mata manusia

Karena sekarang semuanya butuh uang dan serba uang

Kalau tak ada cuan enggak bisa makan dong

Kata mereka yang memiliki prinsip itu

 

Brebes, 28 April 2023


TAGS :

Kang Thohir

Muhammad Thohir/Tahir (Mas Tair) yang dikenal dengan nama pena Kang Thohir, kelahiran Brebes, Jawa Tengah. Dari dusun/desa Kupu, kecamatan Wanasari. Dari anak seorang petani dan tinggal dari kehidupan sehari-hari bertani, berkebun, menanam bawang merah, padi, kacang, pare, cabai dan sayur-sayuran di ladang sawahnya.

Komentar